Hari yang sangat luar biasa, hari yang sangat menyenangkan karena pada hari jum’at yang penuh dengan berkah ini sekolah kami kedatangan Mahasiswa dari Kampus bernama IAI AL GOZINI yang terletak di Buduran Sidoarjo. Ini memang bukan pertama kalinya sekolah kami disambangi oleh Mahasiswa tingkat akhir baik yang sedang PPL 2 atau pengambilan data dan sample untuk skripsi. Alhamdulillah SMP Nusantara Krian telah mendapat nama dan kepercayaan dari Mahasiswa calon pendidik Indonesia. Dan bersyukur karena sekolah kami dikenal oleh masyarakat. Suatu kebanggaan tiada tara.

Pada kesempata hari ini Mahasiswa yang datang ke sekolah kami berasal dari Fakultas Tarbiyah (ilmu pendidikan) Prodi Pendidikan Agama Islam. Hari ini tema wawancara yang ditetapkan oleh Mahasiswa tersebut berhubungan dengan dilema pendidik saat pembelajaran. Mahasiswa yang datang ke sekolah kami bernama Diah Kameliatul R, dan narasumber dari sekolah kami bernama Dita Ratnasari, S.Pd. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan dari sesi wawancara dengan tema tersebut. Kurang lebih ada 3 pertanyaan yang diberikan oleh saudara Diah antara lain :

  1. Menurut pendapat Ibu selaku pendidik apakah hal yang membuat dilema ketika bekerja sebagai seorang pendidik?

Narasumber kami menjawab :

Dilema seorang pendidik adalah dalam hal management waktu. Karena seorang pendidik tidak hanya mempunyai kewajiban untuk mengajar materi kepada siwa, namun juga punya tanggung jawab untuk memberikan materi moral dan pembekalan karakter ke siswa. Karena nantinya siswa ini adalah generasi emas negara yang harus terus dikembangkan karakter dan kemampuannya. Kemudian seorang pendidik juga punya tanggung jawab untuk mengerjakan administrasi pembelajaran, RPP, bahan ajar, menulis jurnal dan pengecekan tugas dan penilaian, serta pembuatan soal PTS dan PAS. Itu semua membutuhkan kerjasama antara waktu, tenaga dan pikiran. Sedangkan kita ini kan dalam satu hari mendapatkan waktu untuk beraktifitas dan istirahat selama 24 jam. Maka dalam waktu 24 jam inilah kita harus pandai mengatur waktu agar semuanya berjalan beriringan dan tidak keteteran. Dan pastinya harus punya waktu dengan keluarga.

 

  1. Lalu bagaimana cara memanagement waktu tersebut?

Narasumber kami menjawab :

Yang pasti seorang guru harus mempunyai konsep dalam pembelajaran. Seorang guru harus mempunyai model pembelajaran serta sudah merancangnya dalam kerangka pembelajaran. Nanti dari kerangka dan konsep itulah akan dikembangkan mejadi bahan ajar dan RPP yang diperlukan sebagai pedoman kita dalam mengajar. Klw sudah ada konsep dan kerangka maka akan lebih mudah dalam proses pengerjaannya. Memang semua butuh proses dan adaptasi apalagi jika kita seorang guru baru di sebuah sekolah, namun kalau kitanya rajin, serius dan bertanggung jawab maka pasti semua bisa dilakukan. Karena apa? Jika kita tidak punya konsep maka kita akan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam mengerjakan, kita akan kesulitan. Sedangkan seperti yang saya jelaskan di awal kita tidak hanya mengajar siswa tapi juga membuat administrasi pembelajaran.

 

  1. Menurut Ibu apakah kesejahteraan guru sepadan dengan tugas yang dilaksanakan?

Narasumber kami menjawab :

Menurut saya guru itu pengabdian, jaminannya akhirat. Maka saya percaya Tuhan Yang Maha Esa tidak akan membuat hidup guru menjadi susah. Kalau ditanya tentang kesejahteraan menurut saya cukup sejahtera. Memang gaji seorang guru tidaklah besar, tidak seperti pegawai bank, pegawai kejaksaan, bahkan pekerja pabrik. Namun rezeki kita itu barokah. Itu yang membuat hidup kita menjadi cukup, dan kesejahteraan kita tidak bisa dihitung dengan rumus matematika. InsyaAllah Tuhan telah mencukupkan. Aamiin.

Dari beberapa pertanyaan yang diberikan, narasumber telah memberikan jawaban yang real berdasarkan fakta yang ada di sekolah serta tentunya di dunia pendidikan. Semoga “ Q and A” ini bisa menjadi pembelajaran dan inspirasi kita sebagai seorang pendidik untuk senantiasa mengembangkan ilmu dan belajar banyak hal. Serta tak lupa untuk bersyukur.