Budaya literasi merupakan kegiatan yang mengembangkan minat membaca dan menulis peserta didik sehingga mampu menjadikan peserta didik yang literat. Kemendikbud telah meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sejak tahun 2015. Salah satu bentuk kegiatan kegiatan literasi yakni pembiasaan membaca buku nonteks selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, baik membaca senyap maupun nyaring, baik terbimbing atau pun mandiri.

SMP Nusantara Krian telah menerapkan kegiatan literasi ini dengan baik seperti, kegiatan membaca literasi 10 – 15 menit sebelum pembelajaran dimulai dan memberikan kesempatan peserta didik untuk melakukan kegiatan literasi di perpustakaan sekolah. Perpustakaan SMP Nusantara Krian memiliki fasilitas yang cukup lengkap, seperti memiliki koleksi buku kurang lebih 2000 eksemplar dengan berbagai klasifikasi buku yang tersedia sebagai sumber referensi bagi peserta didik. Selain itu juga memiliki beberapa e-book dari kreasi peserta didik SMP Nusantara Krian.

Proses membudayakan literasi di kalangan peserta didik, guru-guru SMP Nusantara Krian juga memiliki peran aktif dalam menginformasikan urgensi budaya literasi kepada peserta didik. Berikut beberapa hal yang telah dilakukan:

  1. Membudayakan membaca setiap 10 – 15 menit sebelum pembelajaran

Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan kemendikbud untuk melatih pembiasaan membaca bagi peserta didik.

  1. Pemanfaatan perpustakaan dalam kegiatan belajar mengajar

Perpustakaan ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar oleh guru SMP Nusantara Krian. Kegiatan tersebut dilakukan agar koleksi buku yang ada diperpustakaan bisa sering diakses oleh peserta didik, selain itu juga untuk membudayakan literasi bagi peserta didik.

  1. Pemberian tugas literasi

Guru Bahasa Indonesia menerapkan pemberian tugas terkait literasi seperti pembuatan cerita bergambar, poster, dan iklan. Gerakan literai yang dibingkai dengan unik diharapkan dapat meningkatkan motivasi tersendiri bagi peserta didik sehingga urgensi literasi bisa dipahami dengan baik.

  1. Apresiasi karya literasi peserta didik

Bentuk apresiasi bagi peserta didik ini perlu dilakukan agar mereka merasa bangga terhadap karya yang telah dibuat. SMP Nusantara Krian selalu memberikan apreasi baik bagi mereka yang mengumpulkan karya literasinya. Hasil karya mereka ditempel pada dinding perpustakaan dan juga pada mading sekolah maupun kelas.

Hubungan yang  baik antara peserta didik dengan guru akan menjadikan mudah dalam proses menginformasikan urgensi dari budaya literasi di sekolah. Sehingga tujuan gerakan literasi ini dapat dicapai sesuai dengan harapan sekolah.