Pada tanggal 27 Januari 2024 SMP Nusantara Krian memperingati hari gizi nasional ke-64 yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2024. Dalam menyambut peringatan hari gizi tersebut SMP Nusantara Krian mengadakan tiga kegiatan edukatif di antaranya sarapan bersama (SABAR), Deklarasi Anti Bullying, dan Pemeriksaan HB. Ketiga kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak yang dimulai pada pukul 07:00 sampai selesai.

Kegiatan sarapan bersama yang disingkat dengan istilah “SABAR” diikuti semua siswa-siswi SMP Nusantara Krian mulai dari kelas tujuh, delapan, sampai Sembilan. Acara diawali dengan pengkondisian siswa-siswi dengan berkumpul di lapangan yang diikuti oleh bapak ibu dewan guru SMP Nusantara Krian. Setiap siswa membawa bekal dari rumah sebelumnya yang akan dimakan bersama di Sekolah. Menu makanan yang dibawa oleh setiap siswa SMP Nusantara Krian bervariasi, dimana makanan atau bekal yang dibawa harus terdapat sayuran, buah-buahan, minuman susu dan lain-lain.

Menu sarapan tersebut diharapkan mampu mengedukasi siswa-siswi SMP Nusantara Krian mengenai menu makanan sehat dan juga pentingnya sarapan dalam upaya preventif menumbuhkan gizi yang baik sehingga dapat mencetak generasi unggul kedepannya. Kegiatan tersebut di awali dengan pemaparan mengenai menu makanan sehat dan pentingnya sarapan di pagi hari oleh Ibu Kepala Sekolah SMP Nusantara Krian Ibu Beny Wahyu Wulandari, S.Pd., kemudian diikuti oleh bapak-ibu dewan guru SMP Nusantara Krian yang bersama-sama ikut sarapan pagi bersama-sama di lapangan.Tidak lupa bapak-ibu guru yang bertugas juga mengedukasi mengenai pentingnya membersihkan sampah yang tersisa dari kegiatan sarapan tersebut untuk dibuang di tempat sampah yang telah disediakan. Setelah kegiatan sarapan selesai siswa-siswi SMP Nusantara Krian merapikan tempat makanan masing-masing dan membersihkan sampah yang ada disekitarnya.

Setelah kegiatan “SABAR” selesai, kegiatan berlanjut dengan acara Deklarasi Anti Bullying yang dipimpin langsung oleh Bapak Bambang Sugiono. Dalam acara Deklarasi Anti Bulyying tersebut Pak Bambang yang sering dipanggil dengan nama Pak Tsubasa memaparkan mengenai upaya-upaya dalam mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah. Menurut Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat sepanjang tahun 2023 terjadi kasus perundungan di satuan pendidikan. Jumlah ini meningkat Sembilan kasus dari tahun sebelumnya menandakan aturan yang dibuat belum terelasisasi dengan optimal. Dari kasus tersebut, setengahnya terjadi di jenjang SMP, 30 persen terjadi di jenjang SD, 10 persen di jenjang SMA, dan 10 persen di jenjang SMK. Jenjang SMP paling banyak terjadi perundungan, baik yang dilakukan peserta didik ke teman sebaya maupun yang dilakukan pendidik.

Berangkat dari data dan fakta di atas, tentunya kegiatan Deklarasi Anti Bulyying yang diselenggarakan SMP Nusantara Krian ini sangat membantu dalam upaya pencegahan perilaku bullying terutama pada lingkungan sekolah di SMP Nusantara Krian. Sehingga diharpakan dengan kegiatan ini para siswa dan juga bapak ibu dewan guru memahami mengenai bahayanya perilaku bullying dan konsekuensi yang di dapat apabila melakukan tindakan bullying.

Acara Deklarasi Anti Bulyying ini dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi anti bullying yang dilakukan oleh tim anti bullying yang dibentuk oleh SMP Nusantara Krian yang terdiri dari Pak Bambang Sugiono, Pak Ilham Leksa, dan Ibu Aulia Kusuma, selanjutnya penandatanganan tersebut juga melibatkan perwakilan dari wali murid dan ditutup dengan penandatanganan dari beberapa siswa terkait.

Acara terkahir yaitu pemeriksaan HB (hemoglobin), dimana kegiatan ini SMP Nusantara Krian menggandeng pihak dari Puskesmas Krian untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Pemeriksaan HB sendiri hanya dibatasi hanya untuk kelas tujuh perempuan saja. Para siswi antusias dalam mengikuti kegiatan pemeriksaan HB tersebut, karena dengan mengikuti pemeriksaan HB para siswi dapat mengetahui. Jumlah hemoglobin dalam darah. tujuan pemeriksaan hemoglobin sebagai deteksi dini terhadap adanya gejala anemia secara umum. remaja putri memiliki fase menstruasi tiap satu bulan dan ditambah pertumbuhannya yang pesat, maka dibutuhkan asupan zat gizi kuat dan seimbang.

Sumber Referensi:
https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/12/31/kasus-perundungan-di-sekolah-semakin-meningkat-pada-2023